| 
  • If you are citizen of an European Union member nation, you may not use this service unless you are at least 16 years old.

  • Buried in cloud files? We can help with Spring cleaning!

    Whether you use Dropbox, Drive, G-Suite, OneDrive, Gmail, Slack, Notion, or all of the above, Dokkio will organize your files for you. Try Dokkio (from the makers of PBworks) for free today.

  • Dokkio (from the makers of PBworks) was #2 on Product Hunt! Check out what people are saying by clicking here.

View
 

Info Kumpulan Puisi Terbaik

Page history last edited by Admin 11 months, 1 week ago

HantuSEO.PBWorks.com kembali hadir dengan informasi artikel seputar Info Tempat Baca Puisi Di Internet.

 

Apa itu puisi? 

 

Puisi merupakan salah satu tipe karya sastra yang gaya bahasanya sangat dikendalikan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Dalam penulisannya, puisi mengandung seluruh unsur sastra. Isi yang terdapat didalam puisi adalah catatan atau perwakilan dari pengalaman hidup yang pernah dialami oleh manusia. Puisi adalah sebuah perwujudan dari kreatifitas dan imajinasi dari pemikiran manusia. Puisi juga merupakan curahan hati seorang penulis, suapaya para pembaca dapat mengetahui isi hati penulis puisi tersebut.

 

Dasar Membaca Puisi

adalah sebuah teknik membaca puisi yang baik dan benar.

 

Gerak : Gerakan saat membaca puisi meliputi ekspresi (pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi), mimik (gerak air muka), gesture (gerak tangan dan kaki), dan pantomimik (perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh).

 

Vocal : Vokal dalam membaca puisi terbagi menjadi Artikulasi (ketepatan dalam melafalkan kata-kata), Intonasi (tinggi rendahnya suatu nada), Tempo (cepat lambat pengucapan suku kata atau kata), Power (kekuatan suara agar didengar penonton)

 

Unsur Puisi

adalah sebuah unsur yang terdiri dari struktur fisik dan struktur batin.

 

Struktur Fisik Puisi

  1. perwajahan puisi : Bentuk Puisi.
  2. Diksi : Pemilihan kata-kata yang dipilih oleh penyair.
  3. Imaji : Kata-kata yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi (penglihatan, pendengaran, dan perasaan).
  4. Kata Konkret : Kata yang dapat ditangkap oleh panca indea sehingga memungkinkan munculnya sebuah imaji.
  5. Gaya Bahasa : Penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek atau menghidupkan konotasi tertentu.
  6. Rima / Irama : Persamaan bunyi pada puisi (awal, tengah akhir baris puisi).=11
  7. Tipografi : Teknik penulisan dalam sebuah puisi

 

Struktur Batin Puisi

  1. Tema / Makna : Pokok persoalan yang ingin disampaikan oleh penyair dalam puisinya.
  2. Rasa (Feeling) : Sikap perasaan pengarang pada pokok permasalahan yang ada di puisi buatannya. 
  3. Nada (Tone) : Sikap perasaan pembuat puisi terhadap pembacanya, berkaitan dengan tema dan rasa.
  4. Maksud/Alamat/Tujuan : Pesan tujuan yang ingin disampaikan penyair terhadap pembaca. 

 

Jenis Puisi

Berdasarkan Periodisasinya

  1. Puisi lama : puisi yang penulisannya masih terikat oleh syarat dan peraturan tertentu.
  2. Mantra : Puisi yang penulisannya berbentuk bait dengan keberadaan rima yang tidak menentu.
  3. Pantun : puisi lama yang mana di tiap baitnya terdiri atas empat baris. Dan setelah itu setiap barisnya terdiri atas 8–12 suku kata. 
  4. Karmina merupakan puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris. 
  5. Seloka : pantun yang mana didalamnya mempunyai beberapa bait saling sambung-menyambung.  
  6. Gurindam : puisi yang memadukan antara sajak dan peribahasa.  
  7. Syair : puisi lama yang berasal dari Arab.  
  8. Talibun : pantun yang memiliki susunan genap antara enam hingga sepuluh baris.  
  9. Rubaiat : puisi lama dari Arab yang berbentuk pantun. , dimana tersusun atas empat baris. 
  10. Gaza : puisi lama yang berasal dari Persia, yang mana biasanya menceritakan kisah asmara atau cinta kasih. 
  11. Kit'ah : puisi lama dari Arab. Isi nya berupa nasihat-nasihat. 
  12. Masnawi : puisi lama dari Persia, yang isinya berupa pujian terhadap kemuliaan tingkah laku seseorang.
  13. Nazam : puisi lama asal Arab, isinya berupa cerita yang berkaitan dengan kehidupan para penghuni istana kerajaan.
  14. Bidal : puisi lama yang beberapa isi barisnya dirangkap untuk memberikan nasihat, peringatan, atau sindiran, dan sebagainya.
  15. Puisi baru : puisi yang tidak memiliki syarat-syarat dan aturan-aturan tertentu dalam penulisannya.  
  16. Balada : puisi isinya menceritakan tentang kisah/cerita. 
  17. Himne : puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air (negeri), atau pahlawan.  
  18. Ode : sajak lirik untuk menyatakan pujian terhadap seseorang, benda, peristiwa yang dimuliakan.
  19. Epigram : puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. 
  20. Romansa : puisi yang isinya luapan perasaan cinta kasih. 
  21. Elegi : puisi yang isinya ratap tangis/kesedihan. 
  22. Satire : puisi yang berisi sindiran/kritik.  

 

Berdasarakan bentuknya

 

  1. Distikon : puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
  2. Terzina : puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).  
  3. Kuatren, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
  4. Kuint : puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai). 
  5. Sekstet : puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai). 
  6. Septima, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai). 
  7. Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai). 
  8. Soneta : puisi yang terdiri atas 14 baris yang terbagi menjadi 2, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris.  
  9. Puisi kontemporer : bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman.  
  10. Puisi mantra : puisi yang mengambil sifat-sifat mantra.  
  11. Puisi mbeling : bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. 
  12. Puisi konkret : puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu.  

 

Berdasarkan aspek ungkapannya

 

  1. Puisi lirik : Puisi yang banyak menggunakan lirik yang mengungkapkan perasaan yang dialami penulisnya. 
  2. Puisi epik : menggunakan kisah epik (meneritakan tentang petualangan/perjalanan pahlawan/tokoh) dalam menyampaikan pesan

 

Sumber penjelasan puisi diatas diambil dari situs wikipedia, tapi wikipedia.pbworks.com sudah merangkumnya agar lebih mudah dimengerti.

Jadi bagaimana? Apakah kamu tertarik dengan puisi? Apakah Kamu ingin membaca puisi secara online? Cobalah mengunjungi situs kumpulan puisi yang ada di alamat https://www.puisi.biz.id/

Bukan hanya membaca puisi saja, kamu juga bisa mengirim puisi buatanmu disana, supaya puisi Kamu dibaca oleh orang lain. 

 

 

 

Comments (0)

You don't have permission to comment on this page.